Contoh Naskah Drama Tentang Percintaan Untuk 4 Orang Pemeran

Naskah Drama Tentang Cinta 4 Orang Pemeran - Cinta seyogyanya menjadi hal yang diagungkan lantaran kesuciannya. Tapi seringkali cinta digunakan sebagai dalih untuk mendapatkan apapun yang diinginkan. Ini bukan hanya merusak kesucian cinta itu sendiri, tetapi tak dapat menghargai betapa beratinya cinta. Ketika penyesalan tiba, barulah tahu, bahwa sangat tidak pantas bila cinta digunakan sebagai dalih untuk melakukan hal yang dilarang agama. Contoh naskah drama di bawah ini semoga dapat menjadi cerminan kita semua agar lebih berhati-hati dengan godaan-godaan atas nama cinta.

Tema: Cinta


Judul: Berdalih Atas Nama Cinta 



Jumlah Pemeran: 4 Orang



Penokohan/karakter:


1. Derby
2. Indah
3. Indri
4. Bagas

    SINOPSIS DRAMA

    Derby dan Indah berpacaran sudah cukup lama. Suatu hari, Derby sebagai laki-laki memanfaatkan Indah dengan melakukan hal terlarang, dengan dalih cinta. Awalnya Indah menolak, tapi Derby mengancam akan meninggalkannya. Akhirnya Indah pun menurut pada Derby dan merelakan kehormatan satu-satu yang dimilikinya sebagai gadis. Indri, teman Indah sudah mengingatkan Indah, tapi Indah tidak bisa menolak Derby, karena Derby selalu mengancamnya. Indah menyesal hebat ketika Derby ternyata benar-benar meninggalkannya di kemudian hari.

    NASKAH DIALOG DRAMA

    Malam itu di sebuah kos-kosan. Derby datang menemui pacarnya, Indah. Ia mengetuk pintu kos Indah.

    Derby : “Hai... Selamat malam!”
    Indah : “ Hai... Selamat malam juga!”
    Derby : “Sepi sekali, Indri dimana?”
    Indah : “Nonton sama Bagas.”
    Derby : “Kamu nggak ikut?”
    Indah : “Kalau aku pergi, malam ini kita nggak ketemu.”
    Derby : “Aku juga, sehari saja nggak melihat wajahmu, rasanya seperti seabad. Makanya, andai saja  aku sudah bekerja dan punya banyak uang, aku ingin kita segera menikah. Kau mau kan jadi istriku?”
    Indah : “Iya Derby.”

    Derby mendekatkan wajahnya pada wajah Indah. Derby menatap dalam-dalam mata Indah. Tatapan itu menandakan bahwa Derby ingin mengajak Indah untuk tidur bersamanya malam ini

    Indah : “Jangan Derby, jangan sekarang.”
    Derby : “Lalu kapan, Ndah? Sekarang atau nanti itu sama saja.”
    Indah : “Tentu saja beda, Bi.
    Derby : “Nggak, aku ingin sekarang.”
    Indah : “Derby, kau mencintaiku kan? Jadi bantu aku menjaga kehormatan aku, demi kesucian cinta. Kita... belum menikah, Bi.”
    Derby : “Nanti kan kita akan menikah.”
    Indah : “Karena itu, kita nanti saja melakukannya. Aku takut Derby...”
    Derby : “Takut hamil?Aku akan bertanggung jawab.”
    Indah : “Takut dosa dan takut kepada Tuhan.”
    Derby : “Okey...Okey, berpikirlah tentang dosa. Tapi jangan lagi kau pikirkan tentang aku dan cinta kita.”

    Derby terlihat marah dan menggebrak meja.

    Indah : “Derby....”
    Derby : “Akunggak suka dengan perempuan sok suci sepertimu. Kita bubar saja.”

    Derby berdiri dan mulai melangkah pergi.

    Indah : “Aku mencintaimu. Akunggak mau kehilangan kamu. Tapi, kamu benar-benar menikahi aku kan?”

    Derby berbalik dan menghampiri Indah.

    Derby : “Iya, aku janji.”

    Karena takut ditinggalkan kekasihnya, akhirnya Indah pun mau menuruti nafsu Derby. Setelah melakukan perbuatan itu, Derby pun pulang. Tinggallah Indah sendiri di kos-kosan dengan wajah yang nampak murung.

    Tiba-tiba datanglah Indri yang baru saja pulang dari bioskop bersama pacarnya,Bagas. Indri heran terhadap sikap Indah yang terlihat tak bersemangat.

    Indri : “Indah,kamu kok kelihatan murung?Ndah, apa ada masalah dengan Derby?”
    Indah : “Iya.”
    Indri : “Selama ini kamu selalu menceritakan semua masalahmu tentang mama, papa, dan Derby. Tiap kamu merasa bahagia, kamu selalu membaginya denganku. Dan kini aku ingin kamu membagi juga sedihmu. Ceritakan agar bebanmu berkurang.”

    Indah mengangkat wajahnya dan menatap Indri lekat.

    Indah : “Kamu mencintai Bagas?”
    Indri : “Kenapa kau bertanya seperti itu?”
    Indah : “Kamu jawab dulu.”
    Indri : “Ya. Aku mencintai Bagas.”
    Indah : “Sangat? Dan demi cinta, kamu mau melakukan apa saja?”
    Indri : “Kalau menyimpang tentu saja nggak.”
    Indah : “Misalnya?

    Indri menjawab dengan gaya bercanda.

    Indri : “Misalnya dia menyuruh aku terjun dari gedung berlantai 70. Sebenarnya ada apa Ndah?”
    Indah : “Kalau dia meminta sesuatu yang sangat berarti untukmu, kamu akan memberikannya?”
    Indri : “Sekarang kamu bicara yang jelas. Masalahmu itu apa?”
    Indah : “Aku sangat mencintai Derby. Aku takut kehilangan dia. Sangat takut...”
    Indri : “Tapi hubunganmu baik-baik saja kan?”
    Indah : “Iya...”
    Indri : “Lalu apa masalahmu?”
    Indah : “Masalah perasaan Ndri, aku merasa terlalu berlebihan padanya. Karena besarnya cinta aku, aku relakan harga diri dan kehormatanku untuknya.”

    Indri tersentak kaget. Ia memegang kedua bahu Indah dan menggoyangkannya keras-keras.

    Indri : “Apa...?!”
    Indah : “Derby memaksa aku. Dia akan memutuskan aku apabila aku menolaknya.”
    Indri : “Dan hanya karena ancaman seperti itu kamu mengorbankan milikmu yang paling berharga? Kau bodoh Indah, kalau dia mencintaimu, dia pasti akan ikut menjaga kehormatanmu, karena suatu saat kau akan menjadi miliknya juga.”
    Indah : “Jadi, menurutmu dia nggak mencintai aku?”
    Indri : “Cinta, tapi kadar cintanya sangat rendah dan dangkal. Yang dominan di hatinya adalah nafsu. Dan cinta itu dijadikan dalih untuk mendapatkanmu.”
    Indah : “Bagasnggak pernah meminta itu darimu?”
    Indri : “Bagasnggak hanya mencintai aku, tapi juga menghormati aku.”

    Jawaban Indri hanya dibalas dengan tatapan nanar Indah. Indri merasa prihatin, ia pun memeluk temannya itu.
    Indri : “Kalau dia telah mendapatkan semuanya darimu, satu-satunya yang akan dilakukannya adalah lari darimu.”
    Indah : “Itu nggak mungkin, aku tahu perasaannya.”
    Indri : “Dia hanya mencintaimu, nggak menghormatimu. Dia bahkan tega merendahkan martabatmu dengan merampas kegadisanmu.”
    Indah : “Dia nggak merampas, aku yang menyerahkannya. Tapi aku menyesal.”

    Indri melepas pelukannya, dan Indah tertunduk.

    Indri : “Menyesal saja nggak ada gunanya. Sekarang berusahalah agar hal itu nggak terjadi lagi. Kamu nggak ingin hamil diluar nikah kan? Berdo’alah serta meminta ampun pada Tuhan, karena kau telah melakukan dosa yang sangat besar.”
    Indah : “Iya...”
    Indri : “Bisa menolak bila Derby minta lagi?”
    Indah : “Iya...”
    Indri : “Juga bila dia mengancam untuk meninggalkanmu?”
    Indah : “Dia nggak boleh meninggalkan aku.”
    Indri : “Semoga saja.”

    Waktu terus berjalan. Ternyata Indah tak bisa mengikuti apa kata temannya. Dosa itu ternyata terulang kembali. Indah meminta Derby untuk segera menikah tapi Derby hanya menjanjikan saja. Sampai akhirnya Derby benar-benar meninggalkannya, dalam keadaan hamil. Membuat Indah menyesal, tanpa tahu bagaimana harus menebus penyesalannya tersebut. Rasanya ia tak bisa membayangkan, bagaimana ia jujur pada suaminya kelak.

    Jangan lewatkan, baca juga contoh teks drama berikut:


    Demikian contoh naskah drama tentang cinta. Sebagai generasi muda, hendaknya kita berhati-hati. Karena pergaulan bebas makin marak di sekitar kita. Jangan terkecoh dengan manisnya cinta. Sejatinya cinta bukanlah merusak, tetapi menjaga. Semoga menginspirasi.


    0 Response to "Contoh Naskah Drama Tentang Percintaan Untuk 4 Orang Pemeran"

    Post a Comment

    close