Contoh dan Cara Membuat Surat Keterangan Ahli Waris

Sepertinya Anda tidak menginginkan ada pihak yang akan mengaku-ngaku mengenai hak Anda. Surat Keterangan Ahli Waris atau Surat Keterangan Waris (SKW) adalah surat yang dibutuhkan untuk melengkapi persyaratan atau kelengkapan administratif dalam urusan tertentu, seperti: pengajukan pinjaman ke bank, pengambilan barang atau uang yang masih atas nama orang yang sudah meninggal.


Cara Mengurus Surat Keterangan Ahli Waris


Agar lebih mudah dan aman dalam pengurusannya, ada beberapa tahapan yang dapat dilakukan  dalam mengurus Surat Keterangan Hak Waris (SKHW) khusus untuk ahli waris pribumi sebagai berikut:

1. Perhatikan dokumen prasyarat yang digunakan untuk registrasi SKHW di kantor kelurahan

Sebelum mendaftar SKHW, siapkan dulu berkas surat keterangan ahli waris dari kelurahan dilengkapi dengan dokumen fotocopy KK dan KTP semua ahli waris, fotocopy Surat Nikah orang tua di legalisir oleh KUA setempat (jika yang mengurus anak), dan surat kematian dari kelurahan.

2. Membuat surat pengantar dan  surat keterangan waris

Surat pengantar dapat dibuat setelah semua dokumen lengkap. RT dan RW akan membuat surat pengantar dan Surat Keterangan Waris bermaterai minimal 6.000 yang ditanda tangani para ahli waris dan diketahui serta di tanda tangani oleh para saksi yaitu Ketua RT / RW setempat.

3. Pengajuan pemohon ke kantor kelurahan ke bagian pelayanan umum

Dengan persyaratan dokumen yang telah ditentukan diatas, pemohon hanya perlu datang ke Kantor Kelurahan ke Bagian Pelayanan Umum. Disana kelengkapan formulir telah disediakan dan bisa dibawa kerumah terlebih dahulu untuk dilengkapi jika ada syarat yang belum siap dikumpulkan.

4. Mendapatkan fatwa waris

Apabila Surat Keterangan Hak Waris (SKHW) dan pernyataan dua orang saksi telah selesai dibuat, selanjutnya tinggal menuju Pemerintah Kota setempat untuk mendapatkan Fatwa Waris yang dikeluarkan dan disahkan oleh Bagian Pemerintahan atau dinas yang berwenang. Produk hukum berupa ‘penetapan’ merupakan produk hukum yang hanya dapat dihasilkan oleh lembaga Pengadilan.

5. Jangka waktu proses dan biaya

Jangka waktu proses dan besar biaya yang diperlukan, proses pengadilan berpijak pada asas peradilan yaitu cepat, sederhana, dan biaya ringan. Berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung No. 3 Tahun 1998 tentang Penyelesaian Perkara maka segala jenis perkara yang berada di Pengadilan harus sudah diputus atau diselesaikan dalam jangka waktu 6 (enam) bulan.

Untuk urusan biaya, pemohon hanya akan dikenakan biaya administrasi ketika mendaftarkan permohonan serta biaya perkara di Pengadilan. Nominal biaya perkara tersebut berdasarkan ketentuan Pasal 90 ayat (2) UU Peradilan Agama ditentukan oleh Mahkamah Agung.

Biaya perkara berdasarkan ketentuan Pasal 90 ayat (1) UU Peradilan Agama meliputi:


  • Biaya materai dan biaya kepaniteraan
  • Biaya untuk para saksi, saksi ahli, penerjemah
  • Biaya pengambilan sumpah yang diperlukan dalam perkara tersebut
  • Biaya yang diperlukan untuk melakukan pemeriksaan setempat dan tindakan-tindakan lain yang diperlukan pengadilan dalam perkara tersebut
  • Biaya pemanggilan, pemberitahuan, dan lain-lain atas perintah pengadilan yang terkait dengan perkara tersebut.

Contoh Surat Keterangan Ahli Waris



SURAT KETERANGAN AHLI WARIS

Kami yang bertanda tangan di bawah ini adalah Ahli Waris dari Bapak :

Nurhadi Bin Makruf

Menerangkan dengan sebenarnya dan sanggup diangkat sumpah bahwa Almarhum Bapak Nurhadi Bin Makruf Bertempat tinggal di Jln. Sumarna  RT 015/16 Kel. Cibolang Kec. Ilir pada hari Senin tanggal 2 Mei 2016 telah meninggal dunia di rumah Jln. Angsa  RT 015/16 Kel. Cibolang Kec. Ilir Samarinda. Dari perkawinannya Almarhum Nurhadi Bin Makruf dengan istrinya Nurmiati binti Sahniah telah dilahirkan dan kini masih hidup 4 orang anak. Ahli waris tersebut yaitu : 

1. Baharuddin (Laki-laki), 45 tahun
2. Kurniadi (Laki-laki), 40 tahun
3. Khalisah (Perempuan), 35 tahun
4. Nurmi (Perempuan), 19 tahun

Demikian kami adalah para ahli waris dari mendiang : Almarhum Bapak Nurhadi Bin Makruf.

Apabila Pada kemudian hari keterangan kami ini para ahli waris tidak sesuai, sehingga terjadi gugatan dari pihak yang lain, maka sepenuhnya menjadi tanggung jawab kami para ahli waris, sedangkan aparat pemerintah yang turut menandatangani Surat Keterangan Ahli Waris ini dibebaskan dari segala bentuk tuntutan hukum.

Samarinda, 13 juni 2016

Para Ahli Waris Tersebut :
1. Baharuddin    ……………………
2. Kurniadi        ……………………
3. Khalisah        ……………………
4. Nurmi            ……………………

Saksi-saksi :                                                              Disaksikan :
                                                                                   Ketua RT. ...,
1. A. Rahman    ..........
2. M. Malik       ..........
3. Subekti          ..........                                               H. Aliman

Telah tercatat :                                                     Telah tercatat :
Di Kantor Kecamatan Loa Janan Ilir                        Di kantor Kelurahan Sengkotek

Nomor   : 2500/I-A.3/Ag/……/2016                         Nomor  : 345/……./SKT/……./2016
Reg.       : ...........                                                Reg.      :
Tanggal  : ...........                                                Tanggal : ..........

CAMAT LOA JANAN ILIR,                                    LURAH SENGKOTEK,


H. SUMARYADI, S.Sos., M.Si.                             ABDUSSAMAH Mz.,SE.
Nip 19630628 198602 1 008                                  Nip 19620726 198602 1 004

Demikian ulasan mengenai cara mengurus Surat Keterangan Ahli Waris beserta contoh surat keterangan ahli waris, semoga referensi ini berguna bagi Anda.



0 Response to "Contoh dan Cara Membuat Surat Keterangan Ahli Waris"

Post a Comment

close